Anggur


BUAH ANGGUR BERPOTENSI ANTI KANKER

Oleh Tarmizi, B.Sc, S.Pd

Di balik rasa anggur yang manis dan segar ternyata anggur eropa yang biasa diolah menijadi minuman wine menyimpan potensi sebagai anti kanker. Meski baru tahap identifikasi, tapi resveratrol, yang dikandungnya memberikan harapan baru bagi pengembangan pengobatan penyakit mematikan ini. Yang menggembirakan, jenis anggur eropa ini bisa tumbuh dengan baik di Indonesia.

Sosok tanaman

Anggur bali sudah dirilis menteri pertanian, sedangkan dari dua varietas anggur probolinggo yaitu probolinggo Biru dan Probo-linggo putih, hanya Probolinggo bru 81 yang telah dirilis. Varietas ini menyukai daerah beriklim panas dan berkelembaban rendah. Ciri umumnya adalah pertumbuhan yang lambat, sulur pendek dan daun tipis membulat dengan lekukan yang dalam. Warna daunnya kemerah-merahan. Dompolan buahnya besar panjang dengan buah berbentuk oval.

Anggur Amerika Selatan umumnya dimakan segar karena kulit buahnya licin dan tipis, lengket dengan dagingnya hingga bisa sekaligus dimakan. Anggur ini juga dibuat tanpa biji hingga sesuai dijadikan kismis dan tidak menggangu bila dimakan sebagai buah meja. aromanya juga lebih tajam dan khas karena mengandung metil antranilat. rasanya segar manis sedikit asam.

Varietas Isabella merupakan yang terpopuler dan paling baik per-tumbuhannya di Indonesia. Varietas lainnya, Delaware, Briliant, dan Beacon. Semua varietas ini sesuai diusahakan di daerah beriklim agak basah dan kurang panas.

Anggur Isabella lebih mudah ditanam karena tidak memerlukan persyaratan iklim dan jenis tanah tertentu. Daunnya tebal dan berbulu dengan sulur seperti spiral. Pembentukan bunga tanpa dipangkas, tapi bila dipangkas, bunganya yang muncul lebih banyak. Bila masak, warna buahnya merah kehitaman dengan rasa yang manis dan segar. Ukuran dompolan dan butir buahnya besar-besar. Bentuk buah agak bulat. Kulit buah bertepung.

Masyarakat awam banyak yang masih sulit membedakan anggur eropa dan anggur amerika selatan. Nama anggur merah, anggur hitam, dan anggur putih jauh lebih populer. Contoh anggur hitam adalah anggur anggur bali; anggur merah adalah Probolinggo biru, red Globe, dan anggur australia; anggur Probolinggo putih dan anggur Chinsiang adalah contoh anggur putih.

Anggur hitam ditandai dengan daunnya yang tebal bewarna hijau sampai hijau tua. Gerigi daunnya kecil-kecil. Rangkaian buahnya pendek dan buah agak besar. Warna buah cokelat tua hingga biru hitam. Rasa buahnya segar manis bercampur sepat (kelat).

Anggur merah ditandai oleh warna daun hijau hingga hijau muda dengan gerigi tajam. Rangkaian buahnya panjang, besar dan berjejal dengan warna merah sampai merah tua. Rasanya manis dan beraroma harum. Rangakaian batang mudah dibuat tegak.

Sementara anggur putih cukup mudah dikenali dari warna buahnya yang hijau muda sampai putih kekuningan. Helaian daun kecil, kecuali anggur perancis yang helaian daunnya lebih lebar. Rasa buahnya manis. Batangnya tumbuh tegak ke atas dan masa berbuahnya agak lama.

Varietas dan ciri anggur

Anggur eropa bercirikan kulit kenyal dan rasanya manis. Anggur ini selain dijadikan Wine juga pantas disajikan sebagai anggur meja. Pertumbuhan tanamanannya cukup baik di Indonesia bahkan sudah dirilis menjadi buah unggul Indonesia. Dua varietas anggur eropa yang paling populer di Indonesia adalah anggur bali (Alponso lavellee) dan anggur probolinggo (frankenhaler).

Potensi tersembunyi

Penemuan bahan anti kanker resveratrol dalam anggur semakin memperkuat posisi buah ini sebagai buah berkhasiat obat. Penemuan terbaru dari departemen of Medicine Chemistry and Pharmacognosy universitas Illionis, Chicago, Amerika Serikat dan Departemen farmakologi Universidad Complutense ini dilaporkan dalam jurnal Science edisi Januari 1997. Sementara itu, Nurfi Arfiansyah, staf Puslitbang Depkes, dalam tulisannya di harian Kompas memprkuat laporan kemampuan resveratrol sebagai pencegah penyakit jantung.

Kandungan gizi dalam anggur terutama kadar magnesiumnya yang tinggi juga memnjadikan anggur dikenal sebagai buah yang baik untuk kesehatan. Menurut Emma S.W, M.Sc dalam Buah dan Sayur untuk Terapi, anggur dapat mebersihkan hati, membantu fungsi ginjal, pembentukan darah, menonaktifkan virus, mencegah keru-sakan gigi serta menurunkan kolesterol.

Daya kerja resveratrol anggur sebagai obat penyakit jantung koroner telah mendapat dukungan kuat dari banyak peneliti. American jurnal of Clinical Nutrition 1996 Volume 63 juga melaporkan ditemukannya banyak molekul kuersetin, polifenolat, dan flavanoid. Ketiga molekul ini memiliki struktural sistem hidroksil yang efektif untuk menghambat oksidasi radikal bebas. Radikal bebas ini merupakan molekul tak stabil reaktif) yang berperan sebagai pencetus penyakit jantung dan kanker.

Zat ajaib

Zat resveratrol sebenarnya tidak hanya terdapat pada anggur. Beberapa bahan pangan laian termasuk sayuran brokoli juga mengandung resveratrol, tapi dalam anggurlah senyawa ini paling menjanjikan. Bahkan kandungan resveratrol dalam sayuran lain kemungkinan terlalu tinggi untuk digunakan sebagai bahan pencegah kanker meski tetap bermanfaat dalam kemoterapi.

Zat antibiotik resveratrol muncul secara unik pada tanaman anggur sebagai reaksi untuk mempertahankan diri dari serangan cendawan. Ibarat laba-laba, ia mengeluarkan semacam pintalan yang merupakan pembunuh hama alami. Sedangkan pada manusia, mekanisme ini seperti terbentuknya antibodi yang dikeluarkan tubuh manusia untuk melawan infeksi. “Zat antibodi” yang dikeluarkan anggur inilah ternyata merupakan zat anti penggumpalan darah.

Senyawa itu ternyata sudah digunakan sebagai bahan aktif dalam obat Cina Kuno untuk mengatasi gangguan darah. Pengujian lebih lanjut membuktikan, resveratrol mengha-langi penggumpalan platelet (partikel kecil dalam plasma darah) yang menyebabkan darah menggumpal. Zat ini pun mampu menurunkan endapan lemak dalam hati hewan percobaan.

Anggur merah dibuat dari bahan baku anggur eropa yang dilumatkan bersama kulitnya, lalu difermentasikan. Sedangkan anggur putih dibuat dari anggur yang diperas, sementara kulitnya yang kaya resveratrol dibuang. Wajar bila wine merah lebih kaya resveratrol dibanding wine putih. Dengan demikian, anggur yang digunakan sebagai anti kanker lebih baik anggur merah.

(Tarmizi, B.Sc, S.Pd/Universitas Negeri Padang)

BUAH ANGGUR BAHAN OBAT REMATIK, HIPO DAN HIPERNSI, JANTUNG, DIARE, KEMBUNG, PENAMBAH SELERA DAN STAMINA SERTA KEBUGARAN

Oleh Tarmizi, B.Sc, S.Pd

Tanaman anggur pada saat ini sangat dikembangkan dan digalakkan penanamannya. Dari tanaman angpur ini dihasilkan buah anggur yang rasa buahnya enak, segar dan manis. Karena itu buah anggur banyak digemari orang, termasuk di Indonesia. Disamping itu buah anggur juga banyak manfaatnya, diantaranya: untuk dibuat berbagai macam minuman (winer, cider dan lain-lain), dibuat kismis, untuk menyegarkan badan. Oleh karena itu orang yang baru sembuh sakit senang sekeli makan buah anggur. Buah anggur yang matang dapat dimakan segar sebagai buah meja. Buah anggur juga dapat memperbaiki kerjanya buah pinggang.

Anggur (vitis sp) sudah dikenal orang semenjak zaman batu,sekitar duabelas ribu tahun yang lalu. Banyak zat zat yang terdapat dalam buah anggur. Buah anggur mengandung gula sekitar 18 25 % (% berat)yaitu D- glukosa dan D-fruktosa. Buah anggur juga mengandung asam – asam organik, seperti asam L- malat, asam L- tortrat dengan kadar asamnya sekitar 0,3 – 1,5 % dan pHsekitar 3,4 – 3,6. Disamping itu dalam jumlah yang sedikit, buah anggur juga mengandung mineral-mineral seperti Feero, Feri, Natrium, Kalium , Magnesium, Calsium, Sulfat, pospat, dan juga mengandung vitamin seperti asam askorbat, thiamin dan riboflavin.

Spesies anggur antara lain: vitis adnata, vitis compressa, vitis lanceo    caria, vitis quadrangularis, vitis arachnoides, vitis vinifera, vitis labrusca, vitis rotundifolia. (Gembong, 1995).

Jenis anggur yang pada. saat ini penghasil buah anggur yang utama di dunia. adalah vitis vinifera, sebagai jenis tanaman anggur yang tertua. Karena itu jenis ini merupakan jenis utama yang diusahakan secara. besarbesaran, terutama di daerah subtropis. Juga ia ini pulalah yang di kembangkan di Indonesia. Anggur jenis ini menghasilkan buah dengan ukuran yang berbeda-beda. (Rismunandar, 1976)

Kalau dilihat dari jenis buahnya, maka buah anggur dapat dikelompokkan atas: anggur untuk dimakan (dessert fruit) dan anggur untuk minuman (wine). Anggur untuk dimakan mempunyai buah yang kulitnya tipis rasanya manis, segar dan tidak kelat. Bijinya mudah digigit. Anggur untuk dibuat minuman, mempunyai buah yang kulitnya tebal, rasanya masam,tak segar dan kelat, bijinya besar.(Ir. Soedijanro, 1977)

Sedangkan kalau dilihat dari segi warna. buahnya anggur dapat dibagi menjadi tiga. macam yaitu: 1) anggur merah yang rasanya. manis dan berbau harum. 2) anggur hitam yang rasanya kelat. 3) anggur putih yang rasanya manis. (Drs. Hendro Sunaryono, 1985)

Anggur merah lebih baik

Semua anggur yang beredar di pasaran lokal maupun impor berasal dari dua spesies, yaitu anggur eropa Vitis vinivera) dan anggur Amerika Selatan Vitis labruseapy). Dua spesies anggur ini memiliki bermacam varietas. Dari sekian banyak varietas ini hanya beberapa saja yang sukses ditanam di Indonesia dan menjadi komoditas komersial.

ANGGUR MERAH

Buah ini sangat baik khusus untuk pencegahan penyakit jantung. Penelitian didasarkan pada ironi penduduk Perancis yangbanyak mengonsumsi lemak tinggi tetapi hanya sedikit terkena serangan jantung, ternyata mereka selalu mengonsumsi anggur merah.

Anggur merah mengandung polifenol, zat anti oksidan yang berfungsi mencegah serangan jantung. Masih ada lagi yaitu senyawa asam tartarat yang baik untuk mencegah penyakit kolon.

Anggur produksi lokal yang mulai bersaing dengan anggur impor ini adalah anggur eropa yang juga menjadi bahan baku minuman anggur (Wine). Sayangnya anggur “Wine” lokal ini lebih banyak dipasarkan di daerah sentra anggur saja, sehingga kurang dikenal secara luas (Ria A, 1997).

Anggur eropa termasuk anggur paling banyak kandungan resve-ratrolnya. Kulit anggur segar mengandung 50-100 mikrogram resve-ratrol dan konsentrasinya pada anggur merah (red wine) berkisar 1,5-3 mg per liter.

Peneliti dari Perancis juga menunjukkan bahwa anggur merah paling unggul dalam menekan penggumpalan platelet dibandingkan anggur putih (white wine).

Penelitian di Perancis juga menunjukkan, jus anggur ungu mengandung zat anti penggumpalan. Pada anggur putih, zat semacam ini tidak ditemukan. Konsentrasi resveratrol dalam jus anggur hanya sepertiga dari kadar yang ada pada Wine bordeux merah.

Beberapa ramuan obat dari anggur.

Untuk darah tinggi: 1 ons anggur dan 1 ons seledri dijus dan diminum.

Untuk darah rendah: 1 ons anggur dan 1 ons jahe dijus dan diminum.

Untuk rematik: ubi merah dan anggur.

Menambah stamina: anggur kering dan kurma.

Untuk jantung: biji teratai direbus lalau diblender bersama anggur segar.

Untuk diare: kacang hijau 5-10 g diseduh, tambahkan anggur dan dijus.

Untuk kolesterol: Kulit kacang tanah dibersihkan dan direbus, saring airnya dan dijus bersama anggur.

Penambah selera: 10 g anggur, wortel 1 buah, apel 1 buah, pear setengah buah, asam jawa dan madu.

Untuk beri-beri: beras merah bersama anggur dan kismis dibuat bubur.

Memperbagus suara: jali-jali 100 – 200 g direndam 2-3 jam, diambil airnya dan dijuskan ke anggur.

untuk kembung: ubi merah dan jahe direbus, tambahkan anggur kering, pala sedikit dan kapulaga sedikit.

Obat batuk: daun bawang 2 lembar, jahe, jeruk purut dijus bersama anggur. (Hembing, 22-5-1997, RCTI).

Teh kebugaran

Teh anggur jahe berikut berkhasiat meningkatkan energi, menguatkan otot, gangguan jantung, rematik, keringat dingin dan peluruh kencing (Rahimsyah, 1997).

  • 5 gram teh hijau diseduh dengan air panas dan ditutup selama 10 menit. 100 gram anggur dibuang bijinya dan dijus lalu disaring. Jahe diblender dan diambil airnya lalu masukkan ke dalam seduhan teh hijau, tambahkan jus anggur dan bubuhi madu 15 gram. Minumlah teh ini untuk kebugaran anda!

(Tarmizi, B.Sc, S.Pd/Universitas Negeri Padang)

Referensi: Drs. Hendro Sunaryono, Pengenalan Jenis Tanaman Buah); Rahimsyah, Ramuan sorga, 1997; (Ir. Soedijanro, Bertanam anggur dan Nenas); Gembong, Taksonomi Tumbuh-Tumbuhan; Hargono, Tanaman Obat Indonesia, 1985